Jumat, 03 April 2009

bahaya PhenylPropanolAmine (PPA) dalam obat-obatan

Pagi hari ini saya menerima sebuah pesan yang dikirim via Yahoo Messenger (YM) oleh salah seorang teman, pesan itu sepertinya dikirim secara massal ke semua contact list-nya, seperti gambar berikut:

Udah pada punya Yahoo Messenger khan? Klik untuk men-download (mengunduh - halah)

QUOTE:

DRUG RECALL VERY SERIOUS !!! Phenylpropanolamine adlh obat influensa (decongestant) yg sejak 1 Mrt ini oleh Badan pngawasn obat & pangan Amerika (FDA) dtarik dr predarannya krn trbkti dpt mnybbkn STROKE di OTAK sbg dampak sampingnya Di Indonesia trdpt kira2 100 obat2an yg mngandung phenylpropanolamine & sring dpkai ol masy Obat2 itu a.l: Decolgen,Decolsin, Sinutab,Allerin, Bodrexin,Contac 500, Cosyr (trutama utk anak2), Flucyl,Fludane,Flugesic ,Inza,Komix, Mixaflu,Mixagrip, Nalgestan,Neozep forte Nodrof, Paratusin,Procold, Rhinopront,Rhinotussal,Sanaflu,Siladex, Stopcold, Triaminic drops (utk anak2), Tusalgin. Wass ( tlg sebar luaskan)

WADUH….pesan itu meminta saya untuk menyebarluaskannya nih, tapi takutnya itu cuman HOAX sehingga hanya menyesatkan saja. Harus diselidiki dulu nih…oke deh…

Detective Conan mode: ON

SIAPKAN SENJATA

Di jaman sekarang yang sudah serba canggih ini, apapun profesi kita, gak bisa terlepas dari senjata yang satu ini, yang wajib dimiliki dan dipakai oleh semua orang, bahkan anak kecil sekalipun hehe…apalagi kalau bukan “paman Google”. Hasil pencarian dengan kata kunci (keyword) “Phenylpropanolamine” menghasilkan hasil pencarian berikut (perhatikan bahwa saya memilih untuk menampilkan hasil dari situs Indonesia):

Google-search-result-on-PhenylPropanolAmine

Maksudnya mau nyari web dengan bahasa Indonesia tapi kok yang muncul pada pake bahasa Inggris..wahwahwah. Di urutan ke-3 ada web pake bahasa Indonesia tuh, mari kita klik http://pusdiknakes.or.id/persinew/?show=detailnews&kode=388&tbl=cakrawala untuk membukanya, berikut sedikit kutipan dari web tersebut.

QUOTE:

Masih Bergulir, Polemik Phenylpropanolamine (PPA)
Kamis, 07 Dec 2000 13:43:19

Pdpersi, Jakarta - Polemik seputar obat flu yang mengandung Phenylpropanolamine (PPA) masih menggelinding. Padahal, hasil rapat Komisi Nasional Penilai Obat Jadi (Komnas POJ) memutuskan, penggunaan PPA dalam obat flu dan batuk dengan dosis kurang dari 75 mg per hari, menurut analisis statistik Yale Study dinyatakan aman untuk dekongestan hidung. Namun, untuk lebih menjamin perlindungan bagi kesehatan konsumen, industri farmasi harus menurunkan dosis maksimal PPA per takaran menjadi 15 mg, dengan dosis maksimal per hari 60 mg.

.

.

.

Yang lebih penting, tukas Marius, adanya key informasi di FDA. “Apakah obat yang mengandung PPA masih bisa dikonsumsi atau tidak?” ujar Martius. Sebab, lanjutnya, alasan dari pejabat POM selalu berkutat pada dosis. “Mereka (pejabat POM-red) selalu berargumentasi, dosis di luar negeri kan lebih tinggi dari dosis di negara kita,” tiru Marius.

Jadi memang isu mengenai Phenylpropanolamine ini sudah ada sejak tahun 2000 atau sebelumnya. Wah…keliatannya serius nih.

APA ITU PHENYLPROPANOLAMINE (PPA)?

Untuk mendapatkan informasi mengenai PPA, kita cari saja di Wikipedia. Pencarian dengan kata kunci “Phenylpropanolamine” (tanpa tanda kutip) membawa kita menuju hasil pencarian dengan URL http://en.wikipedia.org/wiki/Phenylpropanolamine, berikut kutipannya (hanya ada dalam bahasa Inggris nih huhu):

QUOTE:

(PPA) is a drug ingredient of the phenethylamine family used as a decongestant[1] in prescription and nonprescription (over the counter) cough and cold, and sinus remedies, and some combination allergy medications. It is also present in an appetite suppressant.[2] In veterinary medicine, it is used to control urinary incontinence in dogs.

Decongestant = pelega hidung tersumbat
Apetite suppressant = penekan nafsu makan (untuk menurunkan berat badan)

Terjemahan: “Phenylpropanolamine adalah bahan obat sejenis phenethylamine yang digunakan sebagai pelega hidung tersumbat seperti batuk dan demam, sinus, dan pengobatan alergi, dengan dan tanpa resep dokter. Phenylpropanolamine juga ada dalam suatu obat penekan nafsu makan. Dalam ilmu kedokteran hewan, Phenylpropanolamine dipakai untuk mengontrol takaran per-kencing-an anjing.”

Waduuuhh…bisa dipake buat anjing???

QUOTE:

Side effects

A scientific study[3] found an increased risk of hemorrhagic stroke in women who used phenylpropanolamine, although it is not clear which isomer is to blame. A study at the Yale University School of Medicine in 1999 had produced similar results.[1] Reports of cases of hemorrhagic strokes in PPA users had been circulating since the 1970s.

Hemorrhagic stroke = pendarahan otak

Terjemahan: EFEK SAMPING: Suatu studi ilmiah menemukan peningkatan resiko pendarahan otak pada wanita yang menggunakan Phenylpropanolamine, meskipun tidak jelas isomer mana yang disalahkan. Suatu studi di sekolah kedokteran Universitas Yale pada tahun 1999 memberikan hasil yang sama. Laporan mengenai kasus pendarahan otak pada penggunan Phenylpropanolamine telah beredar sejak sekitar tahun 1970an.”

Waahh…ternyata sudah banyak kasus yah sejak jaman dulu, tapi kok masih dipake terus sampe sekarang ya. Oya, kenapa yang kena efeknya tuh wanita? Wah…butuh investigasi lebih lanjut nih heheh…

SUMBER LAIN

Oya, di kedua situs/web tersebut sering disebut-sebut FDA, ternyata itu adalah “Food and Drug Administration”, semacam suatu badan pengawas, peneliti, dan peng-investigasi obat-obatan dan makanan milik Amerika Serikat. Penjelasan mengenai PPA ada di webpage http://www.fda.gov/CDER/drug/infopage/ppa/. Berbeda dengan artikel di web Pusdiknakes yang di-publish tanggal 7 Desember 2000, artikel yang di-publish di web FDA jauh lebih baru, yaitu tanggal 23 Desember 2005. Berikut sedikit kutipan dari web FDA.

QUOTE:

The Food and Drug Administration (FDA) is taking steps to remove phenylpropanolamine (PPA) from all drug products and has requested that all drug companies discontinue marketing products containing PPA.

In response to the request made by FDA in November 2000, many companies have voluntarily reformulated and are continuing to reformulate their products to exclude PPA while FDA proceeds with the regulatory process necessary to remove PPA from the market.

FDA is aware of emails circulating widely that list many products allegedly containing PPA. These emails, however, generally contain dated and inaccurate information and should be ignored.

The FDA recommends that consumers read the labels of OTC drug products to determine if the product contains PPA. The Agency believes this to be the most accurate method for determining the PPA content of OTC products rather than providing an incomplete or out-of-date list of products that may have already been reformulated and no longer contain PPA. (Introduction updated 03/07/2003)

Terjemahan: waduh waduh...penerjemahnya lagi kecapean nih…libur dulu ah hehehehe…

KESIMPULAN

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari beberapa website di atas, dapat disimpulkan:

  1. Phenylpropanolamine (disingkat PPA) adalah bahan yang berbahaya karena dapat meningkatkan resiko pendarahan otak khususnya pada wanita. PPA biasanya ditemukan dalam obat pelega hidung tersumbat dan obat penurun berat badan. Hindari penggunaan obat yang mengandung PPA.
  2. Badan pengawas obat-obatan dan makanan di Amerika (FDA) telah melarang penggunaan PPA, banyak perusahaan di Amerika tidak lagi menggunakan PPA sejak permintaan FDA pada November 2000. Harusnya hal ini juga berlaku di Indonesia dong yah.
  3. Jangan percaya email atau pesan pemberitahuan seperti yang saya dapat lewat YM di atas yang mencantumkan daftar produk-produk yang menggunakan PPA, karena banyak perusahaan-perusahaan obat mungkin sudah banyak yang tidak lagi menggunakan PPA.
  4. Cara terbaik untuk mengetahui apakah suatu produk menggunakan PPA atau tidak, yaitu dengan cara membaca langsung label yang tertera pada produk tersebut.

Nah…makanya jangan keseringan pake obat-obatan yah…yang namanya obat tuh pake bahan-bahan kimia yang biasanya bahaya dan efek sampingnya nya baru ketauan belakangan. Namanya juga bahan kimia, kan dibuat oleh manusia yang tidak luput dari kesalahan. Kalau bisa sih pakai obat-obatan alami aja ya, ciptaan Tuhan.

Nah, jadi tau deh tentang Phenylpropanolamine, lumayan khan nambah pengetahuan tentang kesehatan, gak cuman Facebook-an doank hahahaha…

Sori kalo ada salah-salah…namanya juga manusia wekekkekek…

Ada saran/kritik/hinaan/cacian/makian? Monggo tulis komentar nya wokeh…?!